Bawaslu Gelar Evaluasi Pilkada Ulang 2025 Bangka, Wartawan Pertanyakan tak Ada Temuan Money Politic
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Bawaslu Kabupaten Bangka menggelar rapat evaluasi Pilkada Ulang 2025 bersama media, berfungsi dan bergerak untuk Pemilu 2029 bermartabat pada Rabu (19/11/2025) di Kantor Sekretariat Bawaslu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka, Fega Erora mengatakan pertemuan ini untuk silaturahmi dan evaluasi visi misi menyongsong Pemilu tahun 2029.

“Kami berharap pasca pemilu ulang ini media bisa memberikan masukan,” kata Fega.
Dia menyarankan, pertemuan bersama media ini bisa dilaksanakan secara intens bisa tiga bulan sekali atau per periode.
Diakui Fega, bawaslu butuh saran dan masukan dari media karena biasanya lebih mengetahui update data mengenai dinamika politik di masyarakat.
“Peran media lebih banyak mendapatkan info yang terpublik maupun tidak, jadi bisa memberikan input kepada kami, sehingga bisa mengambil kebijakan yang tepat,” ujar Fega.

Menurutnya, masukan dari media ini menjadi bahan evakuasi agar bawaslu bisa berbenah untuk perbaikan ke depan.
Komisioner Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sahirin mengatakan ke depannya bawaslu perlu membangun kolaborasi dan partisipasi masyarakat.
Dia juga menyebutkan masyarakat jangan antipati dengan politik.
“Politik itu ada di sekitar kita, semua yang terjadi di kehidupan ini tidak lepas dari keputusan politik. Seperti undang-undang
pemilu berubah atau tidak, itu keputusan politik,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu awak media, Yusuf mempertanyakan, tidak adanya temuan money politic dalam pelaksanaan Pilkada ulang 2025 di Kabupaten Bangka.
“Padahal kita ketahui, tidak ada peserta yang tidak menggunakan uang, dan itu seharusnya sasaran pengawasan Bawaslu, tapi nyatanya tidak ada temuan itu,” imbuh Yusuf.
Sedangkan Heru Sudrajat, Wartawan Sungailiat menyarankan agar Komisioner Bawaslu Kabupaten Bangka bisa memegang prinsip teguh, tegas dan konsisten.
“Untuk menjaga marwah, bawaslu harus teguh, tegas, konsisten. Saya yakin kalau bawaslu bisa memegang tiga kunci ini bisa berhasil dan sukses,” saran Heru.
Selain itu dia juga menyoroti kurangnya pengawasan bawaslu di tingkat kecamatan saat pemilu maupun pilkada.
Sedangkan Ibnu Indro Wasisto, wartawan Sungailiat berharap pilkada tahun 2024 yang gagal karena paslon kalah dengan kotak kosong tidak terulang, sehingga tidak terjadi lagi pilkada ulang.
Menurutnya, bawaslu dan KPU adalah ujung tombak penyelenggaraan pemilu dan pilkada agar bisa berlangsung langsung, umum, bebas dan rahasia (luber)
“Ada dinamika yang seharusnya tidak terjadi tapi terjadi, di mana ada komisioner bawaslu melakukan tindakan yang overlapping, sehingga terjadi kasus. Kami berharap ini tidak terjadi,” beber Ibnu.
Ia juga berharap Bawaslu dan KPU di Kabupaten Bangka bisa bersinergi dengan baik, karena ada isu di luar bisa dikatakan hubungan Bawaslu dan KPU tidak baik-baik saja.
Sedangkan Amin, wartawan Sungailiat menilai kurangnya sinergisitas antara KPU dan Bawaslu di Kabupaten Bangka.
“Kurangnya sinergitas KPU dan bawaslu dari pilkada serentak dan pilkada ulang, yang satu ingin dangdut, satunya ingin rock,” ungkap Amin.
Dia juga menyaran agar KPU dan Bawaslu ada media center dan ada petugas yang ditunjuk sebagai humas sehingga memudahkan rekan-rekan media mendapatkan informasi terkait pemilu dan pilkada. (edw)
(Foto : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka melaksanakan rapat evaluasi Pilkada Ulang Tahun 2025 bersama para jurnalis media. edw)






