Rusli Nelayan Sungailiat Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Berikat
FORKODABABEL.COM, BANGKA —
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Rusli (70), nelayan asal Kampung Nelayan 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada Rabu (11/03/2026).
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Tanjung Berikat setelah Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian intensif selama empat hari.

Korban dilaporkan hilang kontak setelah bertolak memancing dari Dermaga Nelayan 1, Sungailiat, Sabtu (7/3/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika hingga sore hari korban tidak kunjung tampak kembali ke dermaga seperti kebiasaannya.

Stok bahan bakar cadangan yang sangat terbatas (hanya sekitar lima liter) menjadi salah satu faktor yang mendorong keluarga untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang.
Titik terang diperoleh dari laporan seorang nelayan yang melintas di perairan Tanjung Berikat.
Nelayan tersebut mendapati sebuah perahu sampan (kolek) milik korban dalam kondisi terapung tanpa awak.

Ia segera menarik perahu itu ke pesisir pantai dan melaporkan temuannya kepada pihak terkait.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan memusatkan area pencarian di sekitar perairan Karang Kranas dan Karang Berindu, Sungailiat.
Begitu menerima laporan penemuan perahu, tim segera mengalihkan pencarian menuju Tanjung Berikat meski jarak antara lokasi awal kejadian (LKP) dengan lokasi penemuan terbilang cukup jauh.
Tidak lama setelah perahu ditemukan, jasad korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi perahu di sekitaran perairan Tanjung Berikat.
Proses evakuasi jenazah berlangsung hingga malam hari.
Sesampainya di darat, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga yang berduka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika membenarkan informasi penemuan tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam.
“Kami mewakili seluruh jajaran dan Tim SAR Gabungan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur potensi SAR mulai dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, hingga rekan-rekan nelayan setempat yang telah bekerja keras dan bahu-membahu dalam operasi kemanusiaan ini,” ujar Mikel.
Mikel juga menegaskan imbauan kepada masyarakat pesisir, terutama para nelayan, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat melaut.
Ia meminta agar setiap nelayan memastikan ketersediaan peralatan keselamatan, seperti pelampung (life jacket) dan alat komunikasi, serta selalu memantau informasi perkiraan cuaca sebelum berangkat mengingat kondisi perairan yang kerap tidak menentu.
Unsur SAR yang Terlibat
Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Pangkalpinang sebagai SAR Mission Koordinator, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta para nelayan lokal.
Dengan telah diserahkannya jasad korban kepada pihak keluarga, operasi SAR gabungan ini resmi dinyatakan selesai. (edw)
(Foto : Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Rusli (70), nelayan asal Kampung Nelayan 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka resmi dinyatakan selesai dan ditutup setelah korban ditemukan meninggal di perairan Tanjung Berikat. IST/ Tim SAR Pangkalpinang)






