Atasi Anjloknya Harga TBS Bupati Bangka Panggil PKS, Petani Bagaikan Rumput yang Terinjak

Atasi Anjloknya Harga TBS Bupati Bangka Panggil PKS, Petani Bagaikan Rumput yang Terinjak

FORKODABABEL.COM, BANGKA —  Menyikapi anjloknya harga TBS kelapa sawit petani mandiri atau swadaya di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Bangka sejak 21 Mei 2026 lalu, Pemkab Bangka menggelar rapat koordinasi dengan seluruh PKS se Kabupaten Bangka terkait pengawasan harga TBS di rumah dinas Bupati Bangka, Sabtu (30/05/2026) malam.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Ketua DPRD Bangka Jumadi, Plt Sekda Bangka dan para Kepala OPD terkait, camat dan kepala desa (kades) juga Apkasindo dan Apkasindo Perjuangan Kabupaten Bangka dan seluruh PKS yang ada di Kabupaten Bangka.
Pemkab Bangka menggelar rapat koordinasi dengan seluruh PKS se Kabupaten Bangka terkait pengawasan harga TBS di rumah dinas Bupati Bangka.  edw

 

Bupati Bangka H Fery Insani mengatakan saat ini kelapa sawit merupakan salah satu penggerak kehidupan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bangka.
“Tidak enak hidup sesama kita saling ribut gara-gara persoalan ini, apalagi masyarakat saat ini andalannya sektor perkebunan kelapa sawit.  Selaku Bupati Bangka saya pastikan tidak akan mempersulit keberadaan pabrik kelapa sawit, baik yang sudah berdiri maupun yang akan dibangun. Silahkan kalian buka pabrik di sini dan bekerjalah dengan baik sesuai ketentuan,” kata Fery.
Ditambahkannya apa sebenarnya yang menjadi masalahnya, sehingga pabrik kelapa sawit  menurunkan harga beli TBS terkesan kompak.
“Saya selaku Bupati Bangka diminta untuk melaporkan ke pusat ke Kementerian Pertanian, karena itu tidak enaklah kalau nanti PKS-PKS ini diperiksa, jadi tolong saya minta agar disampaikan ke ownernya bila kondisi sudah membaik dan kondusiftolong dinaikkan kembali harga beli TBS ini sesuai ketentuannya,” harap Fery.
Fery menilai pernyataan Presiden RI, Prabowo itu memiliki niat yang baik untuk membantu ekonomi Indonesia untuk mengatasi eksportir yang nakal-nakal.
Pemkab Bangka menggelar rapat koordinasi dengan seluruh PKS se Kabupaten Bangka terkait pengawasan harga TBS di rumah dinas Bupati Bangka.  edw
Sementara itu Plt Ketua DPW Apkasindo Provinsi Babel sekaligus Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Bangka, Jamaludin mengatakan usai pidato Presiden RI Prabowo mengenai rencana kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam lewat BUMN, di lapangan menyebabkan harga TBS kelapa sawit anjlok, sehingga merugikan para petani.
“Padahal kebijakan itu belum ditandatangani tapi kenyataannya terjadi penurunan yang tajam terhadap harga TBS petani, padahal harga tender CPO dalam negeri masih stabil dan hanya turun sedikit,” kata Tipek, sapaan akrabnya.
Sedangkan Surisman, petani kelapa sawit  menambahkan selaku petani merasa sangat sedih dan menderita dengan anjloknya harga TBS saat ini.
“Kami ini bagaikan rumput yang selalu terinjak-injak bila ada kebijakan yang membuat resah, dengan berbagai alasan pembenaran dari PKS-PKS sehingga menurunkan harga beli TBS, kayaknya ada dusta diantara kita. Jadi minta tolong dipikirkan agar harga beli TBS ini dinaikkan kembali, apalagi harga pupuk saat ini naik semua dan mahal harganya, banyak yang tidak sanggup lagi memupuk kebunnya,” imbuh Maman, sapaan akrabnya.
Salah satu perwakilan pabrik kelapa sawit menjelaskan berdasarkan informasi yang disampaikan buyers pembeli CPO sejak tanggal 19 Mei 2026 itu ada penurunan harga beli CPO hingga sekitar Rp4.000 an per kg.
“Penurunan harga CPO ini memang cukup drastis, apalagi kami ini memang sangat tergantung dengan harga beli CPO,” katanya.
Diungkapkannya tapi sejak tanggal 28 Mei 2026 tadi harga CPO mulai naik lagi hingga di angka Rp12.152 per kg dan infonya hari ini 30 Mei naik lagi diangka Rp14.000 an, tetapi pihak buyers tidak mau membeli diangka itu, untuk PKS kami harga basic itu hanya Rp13.355, bahkan hanya Rp13.110 per kg.
“Untuk pembelian harga TBS hari ini di pabrik Rp2.400 per kg itu harga yang diumumkan ke masyarakat, tetapi harga yang dirilis bagi pemegang DO itu dilebihkan Rp40 per kg, jadi harga sebenarnya Rp2.440 per kg. Harapannya dengan memberikan insentif kepada pemegang DO agar mereka mengurangi mengambil untung dari petani, itu salah satu upaya yang kami lakukan,” jelasnya.
Dilanjutkannya, pihaknya juga tidak membatasi para petani yang ingin mengirim TBS langsung ke pabrik dengan mobil kecil atau pick up misalnya hanya 1 ton dengan opsi DO internal agar mereka tidak terkena potongan dari pemegang DO lainnya.
” Kita juga sudah berupaya melakukan pembinaan terhadap kebun para petani tetapi memang di lapangan kebun petani ini sporadis, kita harapkan mereka ini berada di kawasan yang legal dengan dilengkapi STDB,” tukasnya.
Diakuinya untuk menetapkan harga TBS kelapa sawit ini jelas tergantung kepada harga jual CPO, kalau harga CPO naik tentunya harga beli TBS petani juga dinaikkan, sebaliknya kalau turun maka harga beli TBS juga turun.
(edw)
(Foto: Pemkab Bangka menggelar rapat koordinasi dengan seluruh PKS se Kabupaten Bangka terkait pengawasan harga TBS di rumah dinas Bupati Bangka.  edw )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *