Empat Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga, Yuniar Berjuang Besarkan Dua Anak Lewat Ternak Ayam

FORKODABABEL.COM, BANGKA  –
Bagi sebagian orang, belasan ekor ayam mungkin hanyalah ternak biasa. Namun bagi Yuniar, 12 ekor indukan ayam yang kini ia miliki menyimpan harapan besar menjadi jalan untuk menghidupi keluarganya dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi kedua buah hatinya.
Empat tahun lalu, kehidupan Yuniar berubah setelah suaminya meninggal dunia. Sejak saat itu, ia harus menjalani hari-hari sebagai seorang ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Dua anak menjadi alasan baginya untuk terus bertahan dan bekerja, meski keadaan tidak selalu mudah.
BAZNAS Kabupaten Bangka melakukan verifikasi lapangan terhadap usaha ternak ayam kampung Yuniar, warga Dusun Abadi Desa Air Duren Kecamatan Pemali. Humas BAZNAS Kabupaten Bangka
Warga Dusun Abadi, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, itu tidak hanya mengandalkan satu pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Yuniar bekerja sebagai tukang ojek yang mengantar dan menjemput anak-anak sekolah, mengantar nenek-nenek ke pasar, salon dan tempat lainnya.
Di waktu lainnya, ia juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga membersihkan rumah warga, juga ikut bantu panen sawit dan pekerjaan serabutan lainnya.
BAZNAS Kabupaten Bangka melakukan verifikasi lapangan terhadap usaha ternak ayam kampung Yuniar, warga Dusun Abadi Desa Air Duren Kecamatan Pemali. Humas BAZNAS Kabupaten Bangka
Kesibukan tersebut ia jalani dengan satu tujuan memastikan kebutuhan kedua anaknya tetap terpenuhi.
Namun, Yuniar menyadari bahwa mengandalkan pekerjaan harian saja tidak selalu cukup untuk menopang kehidupan keluarganya. Karena itu, ia mencoba membangun usaha sendiri melalui ternak ayam kampung.
Kandang ayam milik Yuniar.
Sedikit demi sedikit, ia mengumpulkan dan memelihara ayam hingga kini memiliki 12 ekor indukan dan 3 ekor ayam jantan dan sekitar 40 ekor anak ayam. Usaha tersebut diharapkan dapat berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan bagi keluarganya.
Sayangnya, harapan itu masih terbentur keterbatasan. Kondisi dan kapasitas kandang yang belum kondusif membuat perkembangan ternak ayam Yuniar belum dapat berjalan secara maksimal.
Dalam kondisi tersebut, Yuniar kemudian mengajukan permohonan bantuan tambahan modal usaha kepada BAZNAS Kabupaten Bangka.
Anak ayam milik Yuniar.
Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha ternak ayam yang telah dirintisnya.
Bagi Yuniar, tambahan modal usaha bukan sekadar bantuan untuk menambah jumlah ayam. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan kesempatan untuk mengembangkan usaha yang selama ini ia bangun di tengah keterbatasan.
Ia ingin kandang yang dimilikinya dapat diperbaiki dan kapasitas ternaknya bertambah. Dengan usaha yang semakin berkembang, Yuniar berharap dapat memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Yuniar mungkin tidak memiliki banyak pilihan, tetapi ia memilih untuk terus berusaha. Ia tidak membiarkan kepergian suaminya menghentikan langkahnya. Demi kedua anaknya, ia menjalani berbagai pekerjaan dan perlahan membangun usaha yang diharapkan mampu menjadi pijakan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bangka melakukan verifikasi lapangan ke kediaman Yuniar di Dusun Abadi, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Jumat (04/09/2026).
Sementara itu Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Ir Asmawi Alie diwakili Wakil Ketua 2, Wisnu Andayana SE mengatakan
verifikasi dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan calon mustahik, keadaan usaha yang dijalankan, serta kebutuhan yang menjadi dasar pengajuan bantuan.
“Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pendistribusian zakat agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi penerima manfaat,” kata Wisnu didampingi Waka 4 Baznas Bangka, Edwardi ST dan anggota amil, Feby.
Melalui program bantuan usaha produktif, BAZNAS Kabupaten Bangka berkomitmen menghadirkan zakat tidak hanya sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk mendorong mustahik agar dapat mengembangkan potensi ekonomi yang mereka miliki.
Kisah Yuniar mengajarkan bahwa harapan terkadang tumbuh dari sesuatu yang sederhana. Dari 12 ekor indukan ayam, dari kandang yang masih terbatas, dan dari kegigihan seorang ibu yang setiap hari berjuang untuk keluarganya.
Semoga ikhtiar Yuniar terus menemukan jalan. Semoga usaha kecil yang dirintisnya dapat berkembang, menjadi sumber penghidupan yang lebih baik, dan perlahan mengantarkan keluarganya menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Karena di balik setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang sedang diperjuangkan.
(*/ arh)
(Foto  : BAZNAS Kabupaten Bangka melakukan verifikasi lapangan terhadap usaha ternak ayam kampung Yuniar, warga Dusun Abadi Desa Air Duren Kecamatan Pemali. Humas BAZNAS Kabupaten Bangka)