FORKODABABEL.COM, BANGKA – Semangat pemanfaatan daun kelor sebagai produk pangan bernilai ekonomi mewarnai kegiatan Bazar Kelorisasi yang digelar SMA YPK Air Kenanga Sungailiat mendapatkan dukungan berbagai pihak, termasuk perwakilan dosen dan pimpinan Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung sebagai bentuk sinergi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dengan kampus vokasi terbaik di Bangka Belitung, Sabtu (13/06/2026).
Acara tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara Polman Negeri Babel dan SMA YPK Air Kenanga dalam mendorong pemanfaatan tanaman kelor secara lebih luas.
Hal ini, dihadiri Wakil Direktur III Polman Babel Eko Sulistyo, Kepala BAKK Polman Babel Somawardi.,M.T., Kepala Puskesmas Kenanga, para guru, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar.
Berbagai kegiatan menarik digelar dalam bazar tersebut, mulai dari lomba memasak berbahan dasar daun kelor, bazar makanan dan minuman olahan kelor, hingga pembagian bibit kelor.
Wakil Direktur III Polman Babel Eko Sulistyo, MT mengatakan Polman Negeri Babel siap mendukung pengembangan produk olahan kelor melalui teknologi tepat guna, mulai dari peralatan produksi, pengolahan, hingga pemasaran, seperti keripik kelor, mie kelor, dan berbagai minuman herbal dinilai memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara lebih luas.
“Apalagi keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan produk kelor juga dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan. Mahasiswa dapat belajar mengenai proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan kualitas produk,” kata Eko.
Lebih lanjut, Eko mengusulkan agar SMA YPK Air Kenanga yang terus berinovasi dalam mengangkat potensi daun kelor dan berharap ke depan dapat terjalin kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk Disperindag dan koperasi, guna meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran hasil olahan kelor.
Sementara itu, Direktur Pengembangan SMA YPK Air Kenanga, Dr Fransiska Lanni, M.Si, mengungkapkan program kelorisasi merupakan kolaborasi tiga institusi berbeda, perguruan tinggi, sekolah menengah, dan sektor kesehatan agar satu tujuan mendukung memperkenalkan manfaat kelor sekaligus mendorong budidayanya di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, mampunyai keinginan agar masyarakat semakin mengenal manfaat kelor yang sangat baik bagi kesehatan, terutama untuk ibu hamil dan ibu menyusui karena selama ini kelor lebih dikenal secara mistis untuk pengusir jin dan setan, sehingga belum banyak dibudidayakan secara optimal di Bangka padahal manfaatnya sangat besar.
“Untuk itu, sekolah SMA YPK Air Kenanga menyediakan sebanyak 2.000 bibit kelor maupun 66 orang tua siswa telah terlibat dalam program membudidayakan tanaman kelor di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.
Di tempat yang sama salah satu dosen Polman Babel menjadi juri lomba memasak, Yuke Mareta Ariesta Sandra, M.Si, mengaku terkesan dengan kreativitas para peserta yang membuat beragam makanan dan minuman berbahan dasar kelor.
“Makanan dan minuman dari bahan dasar kelor yang ditampilkan memiliki cita rasa yang enak,” ujarnya.
Yuke menerangkan semua peserta menampilkan hasil yang luar biasa dan harus profesional dan objektif dalam menentukan juara yang terbaik, karena setiap kelompok telah berusaha maksimal menyiapkan produk mereka.
(*/ edw)
(Foto: Pemanfaatan daun kelor sebagai produk pangan bernilai ekonomi mewarnai kegiatan Bazar Kelorisasi yang digelar SMA YPK Air Kenanga mendapatkan dukungan perwakilan dosen dan pimpinan Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung sebagai bentuk sinergi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. IST/ Humas Polman Negeri Babel)
