Tim Peneliti Polman Babel Lirik Potensi Listrik di Kabupaten Bangka 

Tim Peneliti Polman Babel Lirik Potensi Listrik di Kabupaten Bangka 

FORKODABABEL.COM, BANGKA — Tim peneliti dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) memperkenalkan sebuah inovasi pembangkit listrik alternatif berbasis aliran air yang dipadukan dengan teknologi planetary gear diujicoba di Desa Karya Makmur Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Rabu (06/08/2025).

Teknologi ini menjadi solusi energi ramah lingkungan sebagai energy listrik tambahan dan/atau efisiensi penggunaan sumber elektrik utama dari jaringan listrik PLN.

Tim peneliti terdiri dari Zulfan Yus Andi, Ph.D, Harwadi, M.Ed., Novitasari, M.Pd., Ramli, Ph.D., dan Zanu Saputra, M.Tr.T., serta dua mahasiswa Sumi Lasari dari Prodi D-III Teknik Perancangan Mekanik dan Muhammad Raihan As Shadqi dari Prodi D-IV Teknik Elektronika.

Selaku Ketua tim peneliti, Zulfan Yus Andi, Ph.D, menjelaskan bahwa sistem ini sangat relevan diterapkan di wilayah seperti Bangka Belitung, yang memiliki banyak sumber daya air namun belum sepenuhnya memanfaatkan energy potensial tersebut.

“Kita sering tidak sadar bahwa aliran air kecil sekalipun bisa menjadi sumber energi yang besar jika dimanfaatkan dengan tepat,” kata Zulfan.

Zulfan menerangkan bahwa teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan energi kinetik dari aliran air, yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik melalui sistem transmisi mekanik.

Di sinilah peran planetary gear menjadi vital untuk meningkatkan efisiensi konversi energi, sehingga pembangkit tetap stabil meskipun aliran air tidak terlalu deras.

“Keunggulan utama sistem ini adalah tidak menggunakan bahan bakar fosil dan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Artinya, ini sangat selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam uji coba awal, pembangkit ini mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk kebutuhan dasar rumah tangga, seperti penerangan, pengisian daya perangkat elektronik, atau energy listrik ringan lainnya.

“Bayangkan jika setiap rumah di desa memiliki sistem seperti ini. Mereka bisa mengurangi kapasitas penggunaan dari aliran utama PLN dan bisa mengurangi hingga 30% bahkan 50% pemakaian dari listrik utama jika dikembangkan lebih lanjut atau bertingkat. Dan tidak menutup kemungkinan bisa mengembangkan usaha kecil berbasis listrik sebagai penerangannya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Teknologi planetary gear yang digunakan memungkinkan sistem ini tetap berfungsi optimal meskipun aliran air tidak terlalu deras. Dengan desain kompak dan efisiensi kinerja transmisi dari beberapa literatur yang menjelaskan, sistem ini cocok dipasang pada aliran-aliran air yang kecil walaupun fluktuasi alirannya yang berbeda/dinamis, terpenting selama ada aliran yang terjadi” tuturnya.

Zulfan berharap teknologi ini dapat direplikasi di berbagai wilayah di Bangka Belitung, khususnya daerah yang mempunyai aliran air sebagai potensi penggerak energy mekanisnya.

“Potensi aliran air kecil itu ada di mana-mana, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara cerdas,” tegasnya.

Menurutnya, apabila teknologi ini diterapkan secara masif, tidak hanya akan membantu masyarakat desa, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan nasional terhadap energi fosil.

“Ini langkah kecil dari desa yang bisa membawa perubahan besar bagi pemanfaatan energy potensial rumah tangga menjadi energi tambahan selain sumber listrik utama yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu warga masyarakat Desa Karya Makmur, Indrayanti berharap inovasi dari para dosen Polman Babel ini benar-benar berhasil dan bisa memberikan manfaat nyata.

“Semoga penelitian ini sukses dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan listrik yang lebih efisien,” ungkap Indrayanti.

(Forkodababel.com/ Edw, Foto: IST/ Humas Polman Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *