Tim Gabungan Bekuk 10 Perampok Smelter di Jelitik, 538 Balok Timah dan Rp768 Juta Diselamatkan
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Tim Gabungan Satreskrim dan Sat Intelkam Polres Bangka bersama Tim Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung serta Opsnal Polres Bangka Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di smelter PT Panca Mega Persada (PMP), Lingkungan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (18/05/2026).
Kasus tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B-113/V/2026/SPKT/POLRES BANGKA/POLDA BANGKA BELITUNG tanggal 17 Mei 2026 terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 KUHPidana.

Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan peristiwa terjadi pada Sabtu (16/5/2026) malam. Para pelaku diduga melakukan aksi pencurian dengan kekerasan dengan menyekap lima orang penjaga malam (satpam) di area PT PMP.
“Para korban diikat tangan dan kaki serta matanya ditutup menggunakan lakban sebelum para pelaku membawa kabur belasan ton balok timah dari lokasi kejadian”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.
Mendapat laporan tersebut, Tim Gabungan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan dari para saksi.
Tim Gabungan mendapatkan informasi dari masyarakat terkait ciri-ciri para pelaku yang diduga menuju arah Kota Pangkalpinang.
Tim kemudian berkoordinasi dengan Tim Jatanras Polda Babel untuk melakukan pemantauan.
Selanjutnya memperoleh informasi bahwa diduga para pelaku bergerak menuju Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dengan tujuan hendak menyeberang ke Provinsi Sumatera Selatan.
Tim gabungan kemudian berkoordinasi dengan Opsnal Polres Bangka Barat untuk melakukan pengejaran.
Hasilnya, pada Minggu (17/5/2026) sore, tim gabungan berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku di ruang tunggu penumpang kapal Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, yakni RI , AN, AW, FS, dan BS.
Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku masih dibantu beberapa rekannya yang lain dalam aksi pencurian tersebut.
Tim kemudian kembali melakukan pengembangan dan pengejaran. Tidak beberapa lama, tim kembali mengamankan RS di wilayah Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.
Dari pengakuannya, tim kemudian berhasil mengamankan WH di kediaman RS, selanjutnya malam hari, tim gabungan kembali mengamankan MAB di Selindung, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang, dan DT juga berhasil diamankan.
Kemudian malam hari, tim gabungan kembali berhasil mengamankan SB di kediamannya di Lingkungan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku masuk ke area PT PMP dengan cara melubangi tembok pagar belakang yang sudah lapuk. Setelah berhasil masuk, para pelaku menyekap dan mengancam lima orang satpam yang berjaga sebelum melancarkan aksi pencurian balok timah.
Para pelaku juga mengaku menggunakan dua unit truk yang sebelumnya telah disewa oleh salah satu pelaku untuk mengangkut hasil curian tersebut.
“Dalam pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 538 balok timah berwarna silver serta uang tunai sebesar Rp768.000.000.
Saat ini seluruh pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bangka guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.
Dalam konferensi Pers ijin, Kapolres Bangka didampingi Waka Polres Bangka, Kabag Ops Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasi Humas, Kasi Propam, Kanit Tipiter, Kanit Jatanras Polda Babel dan Katim Opsnal Polres Bangka.
(*/ edw)
(Foto : Polres Bangka menggelar konferensi pers kasus pencurian dengan kekerasan di smelter PT PMP. IST/ Humas Polres Bangka)






