APKASINDO Sesalkan tak Diundang Rapat Penetapan Harga TBS Sawit Babel, 4 Aspirasi Petani tak Tersampaikan
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyayangkan ketidakhadiran mereka dalam Rapat Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit periode 1–15 Juli 2026.
Rapat tersebut dilaksanakan, Selasa (07/07/2026) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perwakilan APKASINDO Ba, Maladi, SH, MSi menegaskan pihaknya tidak menerima undangan resmi untuk menghadiri rapat yang merupakan forum penting bagi petani.
“Sangat kami sayangkan APKASINDO selaku perwakilan petani dan salah satu anggota Tim Penetapan Harga TBS tidak hadir secara langsung dalam rapat di atas. Hal ini dikarenakan kami tidak menerima undangan yang jelas,” tegas Maladi.
Akibat ketidakhadiran tersebut, APKASINDO tidak dapat menyampaikan sejumlah isu krusial yang menjadi keluhan petani sawit, di antaranya:
1. Masalah operasional PKS. Ada beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak beroperasi maksimal. Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan pengangkut TBS hingga petani/sopir terpaksa menginap di area pabrik.
2. Kerugian petani. Keterlambatan pengolahan membuat biaya operasional naik, terutama bagi para pengepul. TBS yang terlalu lama menunggu juga mengalami penurunan kualitas dan kerusakan, sehingga petani mengalami kerugian material.
3. Tingginya biaya produksi. Harga pupuk di pasaran masih mahal dan memberatkan biaya produksi petani.
4. Kesulitan BBM bersubsidi. Sulitnya mendapatkan Pertalite dan Bio Solar untuk operasional angkutan dan alat berat menambah beban kerugian petani.
Berdasarkan Berita Acara Nomor: 525/622/BA-TBS/DPKP-III, rapat menetapkan:
* Rata-rata Harga CPO: Rp15.650/kg. Data dari KPBN Penawaran Excl. PPN Franco Belawan dan Dumai
* Rata-rata Harga TBS: Rp3.329/kg.
Dibanding penetapan minggu terakhir Juni 2026 sebesar Rp3.257/kg dengan CPO Rp14.991/kg, harga TBS periode ini naik Rp72/kg.
APKASINDO Babel berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, mengevaluasi proses administrasi dan penyampaian undangan rapat.
“Ke depan, APKASINDO berharap penyampaian undangan seperti ini tidak terulang kembali. Jangan sampai timbul kesan di masyarakat petani sawit kita kurang peduli terhadap penetapan harga ini, padahal kami sangat concern dan ingin menyuarakan nasib petani langsung di forum,” pungkas Maladi yang juga Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka Tengah.
(*/ edw)
(Foto : Maladi SH MSi, perwakilan APKASINDO Babel. IST)










