Dosen Polman Babel Beri Masukan Ilmiah pada RUU Ketenagalistrikan, Soroti Defisit Daya di Babel
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Kontribusi perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan nasional kembali mengemuka. Para dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Negeri Babel) memberikan gagasan dan kajian ilmiah dalam kunjungan kerja legislasi Komisi XII DPR RI terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagalistrikan.
Kegiatan berlangsung di Universitas Bangka Belitung, Rabu (08/07/2026).
Turut hadir Wakil Direktur II dan III Polman Negeri Babel, jajaran Komisi XII DPR RI, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta pemangku kepentingan sektor energi lainnya.
Forum ini menjadi wadah menghimpun aspirasi dan masukan akademis untuk penyempurnaan regulasi ketenagalistrikan nasional.
Anggota Komisi XII DPR RI, Dr Bambang Patijaya, M.M mengatakan penyusunan RUU Ketenagalistrikan membutuhkan dukungan pemikiran kebijakan yang mampu menjawab tantangan masa depan, terutama di bidang teknologi energi.
“Ini regulasi yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kami butuh pemikiran yang cerdas dari akademisi, termasuk dosen-dosen Polman Babel dan Universitas Bangka Belitung, agar undang-undang yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bambang menjelaskan, kunjungan legislasi ini dilaksanakan di tiga daerah: Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Ketiganya dipilih karena memiliki potensi energi besar sekaligu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam kebijakan nasional.
“Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bangka Belitung, saya tentu ingin memberikan kontribusi terbaik bagi daerah sendiri. Potensi yang dimiliki Bangka Belitung harus menjadi bagian dari pembangunan sektor energi nasional,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, dosen Polman Babel Enggar Hero Istoto, M.En memaparkan kondisi ketenagalistrikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berdasarkan Statistik Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tahun 2024, total produksi listrik Babel mencapai 1.347,42 GWh, yang masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera.
Enggar juga menguraikan tantangan ketahanan energi nasional. Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan BBM dan LPG.
Sementara itu sektor kelistrikan memiliki peluang besar diperkuat melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri, terutama energi baru terbarukan.
“Kemampuan pembangkit listrik di Bangka saat ini baru sekitar 78 MW, sedangkan kebutuhan listrik daerah diperkirakan mencapai 153,816 MW. Artinya, masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 56,758 MW yang selama ini dipenuhi melalui interkoneksi jaringan listrik dari Palembang,” ungkapnya.
“Potensi energi baru terbarukan di Bangka Belitung sangat besar. Jika dimanfaatkan secara optimal, daerah ini bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik sendiri, tetapi juga berpeluang menjadi daerah yang surplus energi sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri dan investasi,” jelas Enggar.
Sementara itu Wakil Direktur III Polman Babel, Eko Sulistyo, M.T, yang juga menjadi narasumber, menilai pengembangan ketenagalistrikan harus didukung kebijakan yang sinkron antara pemerintah, PLN, dan pelaku usaha.
“Kepastian harga jual listrik menjadi faktor penting untuk menarik investasi swasta dalam pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat keterlibatan industri dalam negeri.
“Manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi harus memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung,” ujarnya.
“Sebagai perguruan tinggi vokasi, kami harus aktif memberikan kontribusi akademik dalam penyusunan kebijakan strategis nasional untuk memperkuat substansi RUU Ketenagalistrikan. Tujuannya agar terwujud sistem energi nasional yang andal, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta pembangunan daerah,” tegasnya.
Di sela kegiatan, Wakil Direktur II Polman Babel, Muhammad Subhan, M.T, menerima cendera mata yang diserahkan langsung oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Dr Bambang Patijaya, M.M., sebagai simbol sinergi antara dunia pendidikan vokasi di Bangka Belitung dengan lembaga legislatif dalam mendukung penguatan sektor ketenagalistrikan nasional.
(*/ edw)
(Foto : Para dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung memberikan gagasan dan kajian ilmiah dalam kunjungan kerja legislasi Komisi XII DPR RI terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagalistrikan. Humas Polman Negeri Babel)
