Kabupaten Bangka Butuh 31 SPPG, Baru 7 Berjalan, Banyak yang Menanyakan Kapan Dapat MBG

Kabupaten Bangka Butuh 31 SPPG, Baru 7 Berjalan, Banyak yang Menanyakan Kapan Dapat MBG
FORKODABABEL.COM, BANGKA  — Pemkab Bangka melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Bangka menggelar rapat koordinasi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) se Kabupaten Bangka di ruang pertemuan Parai Tenggiri Kantor Bupati Bangka, Kamis (15/01/2026).
Kegiatan ini diikuti para kepala SPPG, para pengurus yayasan, pedagang, petani, peternak, pelaku UMKM, BUMDes, suplayer bahan pangan dan lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Pj Sekda Bangka Thony Marza  dan kepala OPD terkait lainnya.
Bupati Bangka H Fery Insani mengatakan kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan berapa  kebutuhan bahan baku pangan untuk kebutuhan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saat ini saya dapat laporan untuk di Kabupaten Bangka akan dibangun 31 SPPG, di mana saat ini baru 7 SPPG yang sudah berjalan, 4 SPPG akan segera berjalan,” kata Fery.
“Program MBG ini merupakan salah satu program prioritas dari Presiden RI Prabowo. Saya sekitar awal bulan November 2024 lalu sudah diundang presiden ke Hambalang, beliau menjelaskan program MBG ini hingga harus paripurna,” imbuhnya.
Diungkapkannya program MBG ini di beberapa negara sudah lama dilakukan, sedangkan di Indonesia baru memasuki tahun kedua.
Diakuinya memang banyak orang tua dan masyarakat yang menanyakan kapan murid di sekolah lainnya bisa menikmati Program MBG ini.
“Saat ini banyak yang menanyakan kenapa baru di Pemali, Sungailiat, Merawang, Belinyu baru ada beberapa sekolah yang menerima Program MBG ini, sedangkan murid-murid di sekolah lainnya belum mendapatkan program MBG ini, padahal mereka juga memiliki hak dan sampai kapan baru dapat. Jangan  sampai mereka sudah tamat sekolahnya tapi belum menikmati program MBG ini,” imbuh Fery.
Diungkapkannya kalau alasan sulit mendapatkan verifikasi dan persetujuan BGN (Badan Gizi Nasional) saya kira tidak mungkin, karena program MBG ini jadi program prioritas pemerintah saat ini.
“Apakah karena calon pengelolanya kurang modal, tidak memiliki tempat atau alasannya lainnya. Kita berharap ini program nasional dan bisa dirasakan seluruh anak-anak sekolah.  Saya berharap bagaimana program ini bisa segera dipercepat, jangan sampai SPPG lainnya belum dibangun juga,” tukasnya.
Menanggapi keluhan ini, koordinator perwakilan BGN di Kabupaten Bangka, Linda menjelaskan memang ada beberapa dapur SPPG yang akan dibangun di beberapa tempat belum mendapatkan persetujuan dari BGN pusat, karena alasan lokasinya dan juga bahan bangunan pembuatan dapurnya.
“Kami di daerah ini hanya melaporkan sedangkan keputusan untuk persetujuan kewenangan BGN pusat,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinpanpertan Bangka, Syarli Nopriansyah mengatakan jumlah SPPG yang akan dibangun di  Kabupaten Bangka sebanyak 31 SPPG, dimana saat ini yang sudah berjalan 7 SPPG, yang akan segera berjalan 4 SPPG sehingga menjadi 11 SPPG dan sisanya 20 SPPG belum berjalan.
” Kunci bisa berjalannya program MBG ini, dari pemerintah pusat lewat BGN menyediakan dananya, tapi ini tidak bisa berjalan apabila ketersediaan bahan baku psngannya tidak ada. Karena itulah kita mengadakan rapat koordinasi tentang penyediaan bahan pangan untuk program MBG ini,” ujarnya.  (edw)
(Foto : Pemkab Bangka melalui Dinpanpertan Bangka menggelar rapat koordinasi dengan SPPG se Kabupaten Bangka.  edw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *