Penyelesaian Hutang Petani KKSR,   Bupati Bangka Ancam Cabut Izin PT Sawindo 

Penyelesaian Hutang Petani KKSR,  Bupati Bangka Ancam Cabut Izin PT Sawindo 

FORKODABABEL.COM, BANGKA  –– Bupati Bangka H Fery Insani akan mengambil sikap tegas mencabut izin operasional PT Sawindo Kencana yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bangka melalui Program Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Rakyat yang dibiayai bersama sejak beberapa tahun yang lalu, sehingga program ini terus menyisakan hutang para petani yang belum dilunasi.

Karena itu Bupati Bangka memberikan waktu selama 2 minggu ke depan agar pimpinan tertinggi PT Sawindo Kencana datang untuk bertemu dengan Bupati Bangka guna menyelesaikan persoalan hutang masyarakat petani tersebut dan tidak diwakilkan dengan Manager Legal dan Humas yang tidak bisa memberikan keputusan.
Bupati Bangka H Fery Insani. edw

 

Diketahui dari data sisa pinjaman petani/pekebun KKSR Tahap II -V per April 2026 :
1. Pemda + perusahaan mitra = Rp12.511.280.547
2. Pemda = Rp9.731.786.925.
Sementara itu jumlah hutang yang sudah dibayarkan para petani yang disimpan di bank perantara sekitar Rp1,5 miliar.
“Saya ini Bupati Bangka resmi mengundang mereka dengan surat kop Burung Garuda, tetapi pihak Direkturnya tidak bisa datang, sesibuk apa sih direkturnya,” sesal Fery Insani usai Pemkab Bangka menggelar pertemuan dan pembahasan percepatan penyelesaian pinjaman atau kredit program pembangunan Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) bersama mitra PT Sawindo Kencana di wilayah desa-desa Kabupaten Bangka di rumah dinas Bupati Bangka, Senin (8/06/2026).
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, plt Sekda Bangka dan sejumlah kepala OPD, beberapa camat, kades, gapoktan, Apkasindo Kabupaten Bangka dan para petani kelapa sawit program KKSR.
Diungkapkannya, secara teknis dan prinsip  hutang petani itu harus dibayarkan,  pihak PT Sawindo juga sudah wanpretasi (inkar janji) seperti mereka beli TBS tapi bayarnya hingga 9 bulan kasihan petani mau makan apa bila tidak cepat dibayarkan, juga membeli dengan harga rendah dulu janjinya harga pasar lebih tinggi dari harga ketentuan pemerintah tetapi kenyataan tidak demikian.
Pemkab Bangka menggelar pertemuan dan pembahasan percepatan penyelesaian pinjaman atau kredit program pembangunan Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) bersama mitra PT Sawindo Kencana. edw

 

“Kita ingin meminta dilakukan revisi perjanjian agar lebih update, apalagi pihak perusahaan juga sudah wanpretasi, karena itu saya minta pimpinan PT Sawindo untuk bertemu dalam waktu 2 minggu ini, bila tidak terpaksa ketemu di pengadilan, saya tidak mau masyarakat saya jadi susah,” tegas Fery Insani.
Bupati Bangka H Fery Insani mengatakan persoalan KKSR ini masalah lama yang tidak kunjung selesai, meskipun sudah beberapa periode pergantian pemerintahan bupati.
“Kita coba tarik kembali persoalan ini untuk diselesaikan, apa kendala dan bagaimana menyelesaikannya, Insyaallah masalah ini bisa diselesaikan,” kata Fery Insani.
Diakuinya, memang ada aduan dari masyarakat petani, kenapa PT Sawindo  membeli TBS di bawah harga pasar, mengapa masyarakat tidak mau membayar hutang KKSR. Karena program KKSR itu difasilitasi Pemkab Bangka bersama mitra perusahaan, namun dalam perjalanan sudah tidak sejalan dan tidak sesuai lagi dengan perjanjiannya.
“Silahkan juga pihak PT Sawido ingin mengadukan saya, karena saya juga sudah menbuat konsep surat untuk mengadukan ke gubernur karena PT Sawindo ini beroperasi juga di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Karena itulah kita laporkan ke gubernur,” imbuhnya.
Sementara itu Manager Legal, Humas dan Kemitraan PT Sawindo Kencana, Perdana Simanungkalit
mengatakan akan secepatnya melaporkan permintaan Bupati Bangka ini ke pihak manajemen PT Sawindo, khususnya Direktur Utama PT Sawindo.
Manager Legal, Humas dan Kemitraan PT Sawindo Kencana, Perdana Simanungkalit. edw

 

“Sebetulnya pertemuan hari ini tujuannya untuk mencari jalan keluar atau solusi menyelesaikan masalah hutang petani ini, bukan untuk mendiskreditkan,” imbuhnya.
Diakuinya, pihaknya juga memiliki kesalahan dan juga dari pihak mitra petani atau Gapoktan juga ada kekurangannya, karena itu kita ingin mencari jalan tengah penyelesaiannya.
“Memang pertemuan ini juga sesuai permintaan pihak Kejari Bangka agar dihadiri pimpinan PT Sawindo, namun beliau dalam minggu ini belum bisa hadir karena ada keperluan lainnya di Kementerian Pertanian terkait harga TBS dan CPO,” ujarnya.
(edw)
(Foto : Pemkab Bangka menggelar pertemuan dan pembahasan percepatan penyelesaian pinjaman atau kredit program pembangunan Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) bersama mitra PT Sawindo Kencana. edw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *