Polman Negeri Babel Gelar SNITT 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Dinamika Energi dan Transformasi Ekonomi Global
FORKODABABEL.COM, BANGKA —
Mahasiswa Diploma III Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung mengikuti Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan (SNITT) 2026 terkait peran strategi teknologi dan inovasi dalam menghadapi Dinamika Energi dan Transformasi Ekonomi Global di Gedung aula, Rabu (01/07/2026).
Kegiatan ini untuk memperluas wawasan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Peserta seminar sebanyak 160 orang berasal dari Jurusan Rekayasa Mesin, Program Studi Teknik Elektronika, Teknik Perancangan Mekanik, serta Perawatan dan Perbaikan Mesin dengan menghadirkan tiga narasumber Subkhan, M.T., Linda Fujiyanti, M.T.I., dan Peprizal, M.Pd.T., yang membahas berbagai inovasi teknologi.

Seminar dibuka, Wakil Direktur III Polman Babel, Eko Sulistyo, M.T.
Dalam sambutannya, Eko Sulistyo mengatakan seminar ini bertujuan mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan untuk masyarakat setelah melalui proses evaluasi tim SNITT, sebab hasil penelitian mahasiswa harus mampu memberikan manfaat.
Eko berpesan walupun kalian mahasiswa tingkat akhir Diploma III agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan perkuliahan sampai lulusan Polman Babel mampu terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, dan siap bersaing mencari pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tak menunggu lama sesi pertama, narasumber Peprizal, M.Pd.T. menjelaskan dinamika energi dan transformasi ekonomi global, khususnya kondisi di Indonesia yang masih dipengaruhi tingginya konsumsi bahan bakar minyak.
“Ketidakstabilan harga energi dapat memicu inflasi, meningkatkan biaya produksi, biaya transportasi, hingga menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa yang berdampak langsung terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Lanjutnya, teknologi dan inovasi menjadi solusi penting dalam menghadapi tantangan tersebut melalui peningkatan efisiensi energi, kemandirian energi, sistem monitoring dan kontrol energi, pengurangan emisi lingkungan.
” Perlunya penguatan ketahanan energi nasional sebagai langkah yang dinilai menjadi fondasi penting menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Linda Fujiyanti, M.T.I., memaparkan hasil penelitiannya mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam makanan bergizi dapat dilihat dari tingkat pengetahuan gizi masih rendah, aktivitas fisik cenderung menurun.
“Sehingga kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi berupa game edukasi yang mampu menghitung kebutuhan gizi secara personal,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan game edukasi gizi tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai pola makan sehat, tetapi juga mengubah perilaku konsumsi menjadi lebih baik untuk mendorong mahasiswa mengembangkan berbagai inovasi
” Aplikasi mobile, chatbot gizi berbasis kecerdasan, hingga dashboard monitoring gizi sehingga game bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif,” jelasnya.
Berbeda dengan dua narasumber sebelumnya, Subkhan, M.T. mengangkat konsep Education for Sustainable Development (ESD) dalam pendekatan pendidikan yang membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap agar mampu berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang adil, tangguh, dan berkelanjutan.
Hal itu, lulusan pendidikan vokasi harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus berkarakter disiplin, komunikatif, mampu bekerja sama, memiliki kemampuan memecahkan masalah, serta menjunjung tinggi integritas.
Di akhir seminar, ketiga narasumber memberikan mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar isu energi, inovasi makanan game bergizi, hingga implementasi ESD di kampus terbaik vokasi di Bangka Belitung.
“Melalui SNITT 2026 Polman Babel agar suasana mahasiswa semakin terdorong menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa di masa depan,” tutup Subkhan.
(*/ edw)
(Foto : Mahasiswa Diploma III Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung mengikuti Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan (SNITT) 2026. IST/ Humas Polman Negeri Babel)












