FORKODABABEL.COM , BANGKA –Upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan, Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung menggelar pelatihan guru berbasis model CAKRA-21 (Cermati, Alurkan, Kodekan, Rasio-Refleksi, dan Aksi) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini bagian dari hasil penelitian dosen Polman Babel yang bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital yang diikuti sebanyak 21 guru Sekolah Dasar yang berasal dari tiga kecamatan di Kabupaten Bangka.

Tim dosen yang terlibat Dr. Parulian Silalahi, M.Pd., Yang Agita Rindri, M.Eng, dan Sidhiq Andriyanto, M.Kom membekali guru dalam kemampuan pedagogik yang lebih adaptif, termasuk keterampilan berpikir komputasional (Computational Thinking) dan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence Literacy).
Saat di konfirmasi, Rabu (17/06/2026), Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Parulian Silalahi, M.Pd., menjelaskan bahwa model CAKRA-21 dikembangkan sebagai pendekatan pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini agar dirancang untuk mendorong peserta didik menjadi lebih aktif, kreatif, kritis, dan inovatif dalam proses belajar Cermati (Observe), Alurkan (Algorithmize), Kodekan (Code), Rasio-Refleksi (Rationalize-Reflect), dan Aksi (Act),” terangnya.
Dalam fase Cermati, peserta didik diajak membangun rasa ingin tahu melalui kegiatan observasi yang dilatih menyusun langkah-langkah pemecahan masalah secara sistematis melalui pendekatan berpikir komputasional dan tahap Kodekan berfokus pada pengembangan solusi atau produk pembelajaran yang kreatif dan aplikatif,” akuinya.
Sementara itu, fase Rasio-Refleksi digunakan untuk mengevaluasi serta memperbaiki hasil kerja yang telah dibuat, adapun fase Aksi menjadi tahap implementasi hasil pembelajaran dalam kehidupan nyata sehingga peserta didik mampu menghubungkan teori dengan praktik secara langsung,” jelasnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari pengenalan konsep CAKRA-21, integrasi Computational Thinking, literasi AI, hingga penyusunan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen asesmen, dan media pembelajaran berbasis teknologi.
” Di saat menerima materi, para guru melakukan praktik langsung dengan menyusun perangkat pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing berlangsung interaktif, ditandai dengan diskusi aktif, berbagi pengalaman, serta kolaborasi antarpeserta dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual,” tuturnya.
Tak hanya itu, pelatihan ini dirancang agar guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kelas. Kami berharap para guru dapat menjadi agen perubahan yang mendorong lahirnya pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” pungkas Parulian.
(edw)
(Foto : Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung menggelar pelatihan guru berbasis model CAKRA-21 (Cermati, Alurkan, Kodekan, Rasio-Refleksi, dan Aksi) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, IST/ Humas Polman Negeri Babel)






