Bulan Ramadan, MBG Tetap Jalan Dalam Bentuk Makanan Kering

Bulan Ramadan, MBG Tetap Jalan Dalam Bentuk Makanan Kering

FORKODABABEL.COM, BANGKA  — Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan kegiatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Ramadan (Puasa) nanti masih tetap berjalan, namun dalam bentuk makanan kering.
“Secara tertulis memang belum ada instruksinya, namun saya sudah konfirmasi dengan beberapa kepala SPPG di Kabupaten Bangka untuk program MBG pada bulan Ramadan tetap berjalan, untuk juknisnya  belum ada. Nanti siswa ambil ke sekolah tapi bentuknya dalam makanan kering, seperti apa bentuknya kita belum tahu juga masih menunggu petunjuk teknisnya,” kata Boy Yandra di Kantor Bupati Bangka, Rabu (28/01/2026).
Diungkapkannya saat ini SPPG yang sudah beroperasi ada 9 SPPG dari 31 SPPG yang akan dibangun di Kabupaten Bangka.
“Kita harapkan siswa di SMPN 2 Sungailiat dan SMAN 1 Sungailiat bersabar, mudah-mudahan bulan Februari 2026 nanti sudah berjalan program MBGnya yang ada di  SPPG Parit Padang dan Nanung Sungailiat,” ujar Boy Yandra.
Ditambahkanya berdasarkan aturan yang berlaku saat ini untuk guru-gurunya juga difasilitasi dapat MBG juga, kalau dulu memang hanya siswa saja yang dapat.
“Kami harapkan masyarakat yakin kalau program MBG ini sangat bermanfaat karena setiap SPPG itu memiliki ahli gizi, kami juga punya grup WA Satgas MBG yang setiap hari mengupload dan melaporkan menu masakan MBG setiap hari dari semua SPPG. Saya lihat alhamdulillah menunda bervariasi setiap harinya,” ungkap Boy Yandra.
Diakuinya memang ada laporan dari sekolah bahwa menu MBG yang diberikan SPPG tidak bervariasi sehingga puluhan siswa bosan untuk memakannya sehingga terkesan tidak memberikan manfaat.
“Kemarin sudah saya panggil kepala SPPG nya dan berjanji dan berkomitmen akan berkoordinasi dengan lebih baik lagi bersama ahli gizinya,” imbuhnya.
Diungkapkannya ke depan, Pemkab Bangka bersama Forkopimda akan melakukan sidak ke SPPG pada saat mereka sedang memproses menu MBG pada dini hari.
” Kita pantau apakah sudah sesuai dengan SOP-nya sesuai teori penjamah makanan yang sudah mereka dapatkan saat mengikuti pelatihan,  ini juga dalam rangka pengawasan jangan sampai terjadi musibah keracunan yang tidak kita harapkan,” tukas Boy Yandra.  (edw)
(Foto: Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Boy Yandra.  edw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *