Pemkab Bangka Tetap Biaya Partisipasi Ramadhan Fair 2026 Rp300.000 Selama 1 Bulan
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menetapkan biaya partisipasi bagi pedagang dan pelaku UMKM yang akan berjualan di even Ramadhan Fair 2026 sebesar Rp300 ribu selama 1 bulan atau sekitar Rp10.000 per hari.
Even Ramadhan Fair 2026 ini digelar untuk pertama kali selama Bulan Suci Ramadhan di trotoar depan Masjid Agung Sungailiat atau Hutan Kota Sungailiat.

Ketetapan ini diberlakukan sebagai bagian dari pengaturan teknis pelaksanaan Ramadan Fair 2026 agar kegiatan berjalan tertib dan terorganisir dengan baik setelah dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai OPD, instansi terkait, para pelaku UMKM, sponsorship, perbankan dan undangan lainnya pada Jumat (30/01/2026) malam di rumah dinas Bupati Bangka.
Namun sayangnya, sebelum even ini dimulai, ramai muncul di media sosial oknum yang mengaku EO dari kegiatan ini sudah menawarkan stand UMKM kepada para pedagang dan pelaku UMKM untuk berjualan dengan harga tinggi.

Dari rekaman video dan suara yang beredar di media sosial WhatsApp Group (WAG) terungkap seorang wanita mengaku EO kegiatan menawarkan kepada pelaku UMKM.
“Untuk tendanya gratis, cuma bayar biaya keamanan, sampah dan listrik sebesar Rp400.000 per minggu per tenda. Kalau mau ngambil harian biaya Rp60.000 per hari,” ujarnya.

Diungkapkannya saat ini masih tersisa 5 tenda lagi dari 50 tenda yang disiapkan.
Video dan rekaman yang beredar ini berdurasi cukup panjang sekitar 5.17. Bahkan video ini sudah dilaporkan ke Pj Sekda Bangka dan beberapa pejabat lainnya, termasuk ADC (Ajudan) Bupati Bangka.
Bahkan identitas oknum ini juga sudah diketahui, yakni oknum tenaga outsourching di salah satu OPD Pemkab Bangka.

Sedangkan Nur, pelaku UMKM mengaku dengan biaya Rp400.000 per minggu atau pun Rp60.000 per hari untuk biaya operasional berjualan ataupun ambil upah jualan barang orang dirasakan sangatlah tinggi dan memberatkan pelaku UMKM.
“Jualan UMKM dalam even seperti itu paling kita dapat untung Rp30.000- Rp50.000 per hari saja sudah bersyukur. Apalagi saat ini ekonomi masyarakat sedang sulit, walaupun bulan puasa perlu banyak jajan takjil tapi uang nggak ada mau bagaimana. Saya rasa kalau biayanya sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per hari mungkin pelaku UMKM masih sangguplah, tapi kalau Rp60.000 per hari jangankan mau untung, yang ada malah buntung,” imbuhnya.
Terpisah Bupati Bupati Bangka Fery Insani saat kegiatan Car Free Day (CFD), Sabtu (31/01/2026) di Hutan Kota Sungailiat menjelaskan bahwa biaya Rp300.000 selama 1 bulan bagi setiap pedagang itu mencakup biaya kebersihan yang dikumpul per hari.
“Untuk lampu itu kami subsidi, dan kami sudah koordinasikan ke PLN agar diberikan potongan harga lah, nanti kita cobalah ya tahun ini, mudah – mudahan mereka bergairah berjualan,” kata Fery.
Pemkab Bangka juga telah melakukan koordinasi untuk pengamanan selama berlangsungnya Ramadan Fair bersama dengan pihak kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka, agar masyarakat dapat berbelanja dengan tenang, bebas dari lalu lintas kendaraan.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka, Asep Setiawan mengatakan, biaya tersebut bersifat terjangkau dan tidak memberatkan pedagang, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Bukan biaya, tapi bentuk partisipasi sama-sama membantu, kita sepakati Rp300 ribu setiap pedagang selama 1 bulan termasuk kebersihan, pengamanan, listrik dan lainnya, nanti untuk panitianya ada ketua Reza, beliau yang tau nanti mengatur para pedagang,” kata Asep, Sabtu (31/01/2026).
Ramadan Fair 2026 ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadhan dengan harapan pedagang dapat meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.
“Penetapan biaya partisipasi ini sudah melalui pertimbangan matang. Selain untuk mendukung kelancaran kegiatan, fasilitas yang diterima pedagang juga sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.
Pemkab Bangka juga memastikan seluruh proses pendaftaran pedagang dilakukan secara transparan dan terbuka.
“Pedagang yang berminat mengikuti Ramadhan Fair dapat mendaftar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksana,” ujarnya.
Melalui Ramadan Fair, Pemkab Bangka berharap tercipta suasana Ramadan yang semarak, tertib, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pedagang dan pengunjung. (edw)
(Foto : Lokasi kegiatan Ramadhan Fair 2026 di trotoarjalan di depan Masjid Agung Sungailiat dan Hutan Kota Sungailiat. edw)






