DPRD Babel Serap Aspirasi Petani Kelapa Sawit Mandiri, Minta Pabrik Beli Rp3.000 per Kg
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya meminta agar para pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di Pulau Bangka menaikkan harga TBS kelapa sawit yang dijual para petani kelapa sawit mandiri rata-rata Rp3.000 per kg agar harga jual di tingkat petani bisa sekitar Rp2.700 per kg.
Mengingat saat ini harga TBS kelapa sawit petani mandiri di Pulau Belitung yang rata-rata di atas Rp3
000 bahkan hingga Rp3.800 per kg.

Selain itu mengingat harga pupuk, racun rumput dan alat produksi TBS kelapa sawit juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
Hal ini diungkapkan Didit saat rapat dengar pendapat dengan para pengurus DPW Apkasindo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, DPD-DPD Apkasindo Kabupaten, para petani kelapa sawit mandiri, perwakilan pabrik kelapa sawit dan OPD terkait di ruang rapat Banmus DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Senin (20/04/2026).

Diakuinya saat ini perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakanpenopang ekonomi masyarakat.
“Jika harga TBS kelapa sawit murah, maka saya tidak tau lagi bagaimana nasib perekonomian masyarakat Babel ini,” ujarnya.
Karena itu saat terjadi heboh soal perkebunan sawit di kawasan hutan, hanya DPRD Babel berada di depan untuk membantu masyarakat memperjuangkan hal itu.

Ditegaskannya, DPRD akan berpihak kepada rakyat namun tetap mengedepankan aturan yang berlaku dan tidak melakukan intervensi terhadap perusahaan.
“Untuk itu DPRD Babel akan mengundang rapat PKS-PKS yang masih membeli TBS kelapa sawit petani mandiri yang di bawah Rp 3.000 dengan rapat lanjutan pada hari Kamis, 23 April 2026 mendatang, juga dinas terkait di lingkungan provinsi maupun kabupaten,” kata Didit.
Selain itu juga akan mengundang aparat penegak hukum, yakni pihak kepolisian dan kejaksaan untuk dimintai pandangan terkait aspek hukum dan regulasi, sehingga kebijakan yang akan diambil nantinya dapat berjalan sesuai aturan.
“Kita ingin semua duduk bersama agar persoalan ini clear. Aturan harus ditegakkan tetapi tidak boleh melakukan intervensi yang melampaui batas,” imbuhnya.
Soal usulan pendirian pabrik refenery CPO di Pulau Bangka untuk membantu mendongkrak harga TBS, Didit mempersilahkan bila ada investor yang akan membangunnya dan juga harus mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
“Itu harapan besar kita bersama, kita doakan agar pendirian refenery ini bisa terealisasi di Pulau Bangka,” harapnya.
Menanggapi hasil RDP tersebut, Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Bangka, Jamaludin sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada DPRD Provinsi Kepulauan Babel yang sudah menanggapi aspirasi para petani kelapa sawit mandiri yang mengeluhkan disparitas harga TBS di Pulau Bangka yang dinilai jauh dengan harga TBS di Pulau Belitung, padahal masih dalam satu provinsi ini.
“Kita dari Apkasindo Kabupaten Bangka juga mengusulkan harga yang sama yakni di atas Rp3.000 per kg, yang wajar saat ini sekitar Rp3.300 per Kg di tingkat pabrik. Kita sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan DPRD Babel telah membantu memperjuangkan nasib petani kelapa sawit,” ujarnya.
(edw)
(Foto: DPRD Babel menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan para pengurus DPW Apkasindo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, DPD-DPD Apkasindo Kabupaten, para petani kelapa sawit mandiri. edw)






