Harga TBS Murah, Wanita Tani HKTI Ngadu ke Bupati Bangka
FORKODABABEL.COM, BANGKA — Bupati Bangka H Fery Insani bersama Wakil Bupati Bangka Syahbudin menerima audiensi para pengurus Wanita Tani
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bangka di rumah dinas Bupati Bangka, Jumat (24/04/2026).

Ketua Wanita Tani HKTI Kabupaten Bangka, Ermiwati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bangka dan Wakil Bupati Bangka serta jajarannya
telah menerima audiensi ini.
“Kami ingin menyampaikan aspirasi mengenai 3 hal yakni mengenai harga TBS kelapa sawit yang masih rendah, soal kebun di lahan hutan produksi dan juga soal harga sayuran, seperti harga cabe, tomat dan lainnya,” katanya.

Soal pembelian harga TBS kelapa sawit yang dinilai rendah oleh pabrik kelapa sawit ini sering terjadi saat momen usai lebaran lalu, di mana harga TBS turun dan juga banyaknya antrian hingga1-2 hari menyebabkan terjadi penyusutan bobot TBS antara 200-500 kg per truk dan persentase potongan jadi lebih tinggi.
“Kami mohon minta adanya solusi dan tanggapan terhadap keluhan ini,” ujarnya.
Anggota lainya juga menyampaikan keluha disparitas harga yang tinggi antara harga TBS kelapa sawit di Pulau Bangka dengan Belitung.
“Kita lihat harga TBS di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Riau tinggi mencapai Rp4.000, di Pulau Belitung juga mencapai Rp3.700 hingga Rp3.800, tapi kenapa di Pulau Bangka harganya rendah di bawah Rp3.000,” imbuhnya.
Selain itu juga mengeluhkan rendahnya harga jual sayuran di saat lagi panen jauh menurun.
“Kami kadang jual langsung ke pedagang di Pasar Kite dan juga ke pengepul dengan sistem borongan sehingga harga jual murah, tapi daripada busuk dan tidak laku terpaksa kita jual apa adanya, sedangkan biaya pupuk dan obat-obatan mahal saat ini,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan para ibu-ibu Wanita Tani HKTI Kabupaten Bangka ini, Bupati Bangka H Fery Insani mengatakan mengenai keluhan rendahnya harga pembelian TBS kelapa sawit oleh pabrik kelapa sawit ini sudah dilakukan beberapa upaya, seperti memanggil para owner dan manager PKS , Apkasindo dan juga perwakilan petani kelapa sawit untuk beraudiensi, namun memang belum menunjukkan hasil yang memuaskan bagi petani.
“Memang kalau harga di pabrik itu seperti di Medan Rp4.000, di Belitung Rp3.800 per kg namun di tingkat petani di bawah itu karena dipotong biaya DO dan ongkos angkutan dan pihak pengepul juga mau untung. Memang banyak alasan yang disampaikan pabrik, soal rendemen rendah, soal grading dan lainnya,” kata Fery.
Diakuinya Pemkab Bangka tidak bisa mengintervensi harga TBS namun hanya bisa mengimbau agar mereka membeli dengan harga yang wajar dan layak agar para petani juga merasakan keuntungan dan kesejahteraan.
” Ke depan akan ada beberapa investor yang akan membangun pabrik kelapa sawit baru di Kabupaten Bangka sekitar 4 PKS. Semoga harga TBS kelapa sawit petani bisa terdongkrak naik dengan semakin banyak dibangun pabrik yang baru,” harapnya.
Sedangkan untuk areal kebun sawit yang berada di kawasan hutan produksi ataupun hutan lindung atau konservasi itu memang tidak bisa dijadikan hutan APL atau area penggunaan lainnya.
(edw)
(Foto : Bupati Bangka H Fery Insani bersama Wakil Bupati Bangka Syahbudin menerima audiensi para pengurus Wanita Tani. edw)






